Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Assalamualaikum teman-teman. Kali ini admin langkahilmu akan memberikan ulasan bertemakan berbagai macam sifat wajib Nabi dan Rasul.

Sebagai mana rukun iman yang telah kita ketahui, bahwasanya kita harus beriman kepada Nabi dan Rasul. Apa itu iman? Iman secara bahasa menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin adalah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk.

Menurut beliau makna ini cocok dengan makna iman dalam istilah syari’at. Beliau mengkritik orang-orang yang mengartikan iman secara bahasa hanya sekedar pembenaran hati (tashdiq) saja tanpa ada unsur menerima dan tunduk.

Sifat-Sifat Wajib Nabi & Rasul

Sifat-Sifat Wajib Nabi & Rasul

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Nabi dan Rasul itu berbeda dengan kita. Mereka adalah manusia yang benar-benar dipilih langsung oleh Allah SWT.

Kita tidak boleh beranggapan sembarangan seperti mengaku-ngaku sebagai Nabi ataupun Rasul. Muhammad SAW adalah Nabi sekaligus Rasul penutup bagi kita umatnya.

Jadi barang siapa dari kalangan kita mengaku-ngaku sebagai Nabi atau Rasul Allah, maka dapat diragukan keislamannya.

Tentunya dengan keistimewaan dari seorang Nabi dan Rasul ini, mereka juga memiliki sifat wajib yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Untuk itu mari kita baca selengkapnya mengenai sifat-sifat wajib Nabi dan Rasul.

1. Sifat Wajib Nabi & Rasul : Amanah

Amanah adalah segala sesuatu yang dipercayakan kepada manusia, baik untuk dirinya, orang lain, maupun hak Allah SWT, atau sesuatu yang diberikan kepada seseorang yang dinilai mempunyai kemampuan untuk menjaga dan mengerjakan hal yang diperintahkan tersebut.

Arti sesungguhnya dari penyerahan amanah kepada manusia adalah Allah SWT percaya bahwa manusia mampu menjaga dan mengerjakan amanah tersebut sesuai dengan keinginan Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 58 yang berbunyi :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴿٥٨

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. An-Nisa’: 58)

Nabi dan Rasul telah dijamin oleh Allah sifat keamanahannya, mereka pasti akan menjalani suatu hal yang baik sesuai perintah Allah tanpa menambah-nambahi atau mengurang-ngurangi.

Jika Nabi dan Rasul tidak memiliki sifat amanah, maka tentunya kita sebagai umatnya juga disuruh mengikuti mereka dengan berbuat dosa dan kemungkaran.

Dan faktanya setiap ajaran yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul, semuanya hanyalah untuk menambah amal kebajikan bagi diri kita sendiri, jadi mustahil bagi Nabi serta rasul tidak memiliki sifat amanah tersbeut.

2. As-Siddiq

Siddiq berarti “jujur”. Nabi dan Rasul pasti memiliki sifat Siddiq ini, sebab mereka adalah utusan langsung dari Allah SWT, serta merupakan manusia yang benar-benar jujur diantara umat manusia lainnya.

Mereka menyampaikan syariat-syariat dan perintah yang diwahyu kan oleh Allah SWT kepada kita umatnya.

Tidak ada satupun syariat serta perintah yang disembunyikan oleh para Nabi dan Rasul, semua disampaikan sesuai perintah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 69 yang berbunyi :

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Artinya : Dan barangsiapa yang mentaati Allâh dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang Allâh berikan kenikmatan kepada mereka dari kalangan nabi-nabi, para shiddiiqiin (orang-orang yang sangat jujur), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An-Nisâ’/4:69]

3. At-Tabligh

Tabligh secara bahasa berasal dari kata ballaga, yuballigu, tabligan yang artinya menyampaikan. Tabligh secara istilah dapat diartikan dengan menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang diterima dari Allah swt, melalui Nabi Muhammad kepada umat manusia sebagai pedoman hidup dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Orang yang menyampaikan tabligh disebut dengan mubalig atau mubaligah. Lagi-lagi Allah memberikan karunia tabligh ini bukan hanya kepada sembarang orang. Allah telah menunjuk Nabi dan Rasul sebagai seseorang yang menjadi perantara sampainya perintah Allah kepada kita umatnya.

Nabi dan Rasul tidak mustahil lalai akan perintah Allah untuk berdakwah tersebut, karena itulah ciri-ciri dari seorang Nabi dan Rasul (menyampaikan/berdakwah).

Jika Allah tidak memberikan karunia tersebut kepada para Nabi dan Rasul, mungkin saat ini kita berada pada alam gelap yang penuh kesesatan.

Namun kenyataannya, alhamdulillah saat ini kita masih dapat menemukan suatu kebenaran yang diperintahkan Allah melalui perantara Nabi dan Rasul tersebut. Allah berfirman dalam Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 67 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Yā ayyuhar-rasụlu ballig mā unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf’al fa mā ballagta risālatah, wallāhu ya’ṣimuka minan-nās, innallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn

Artinya : Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (Q.S. al-Ma’idah: 67)

4. Al-Fathanah

Fathanah merupakan salah satu sifat wajib para Nabi dan Rasul yang berarti bijaksana atau cerdas. Menurut seorang ulama Turki yaitu Fethullah Gulen, kecerdasaan yang dimiliki Rasulullah memiliki makna yang khusus.

Yaitu suatu perpaduan dari kekuatan penalaran, kecerdasaan, inteligensi, penilaian yang sehat, dan kebijaksanaan yang jauh melebihi kemampuan manusia biasa, melalui kekuatan pemahaman yang tinggi. Ia mencakup semua dan memadukan semua kemampuan manusia, baik dari hati, jiwa, maupun pikiran.

Sifat Fathanah ini juga memiliki keutamaan loh, yaitu :

  • Pahala yang tidak akan pernah terputus.
  • Benar-benar takut kepeda Allah SWT
  • Mampu memahami dengan baik ayat-ayat Allah
  • Mendapat pahala yang sangat besar
  • Ditinggikan derajatnya disisi Allah SWT
  • Di anugrahi hikmah yang banyak
  • Mendapatkan kebaikan yang berlimpah

Rasulullah sebagai seorang pemimpin umat memang telah dibekali kecerdasan oleh Allah SWT. Kecerdasan tersebut tidak saja digunakan untuk memahami dan menjelaskan wahyu Allah SWT, kecerdasan itu dibekalkan, karena beliau mendapat kepercayaan Allah SWT untuk memimpin umat.

Oleh karena itu diperlukan pemimpin yang cerdas yang mampu memberi petunjuk, nasihat, bimbingan, pendapat dan pandangan bagi umatnya, dalam memahami firman-firman Allah SWT.

Kecerdasan Rasulullah memang telah nampak sejak kecil, dan berkembang setelah dewasa menjadi seorang pemuda yang dikenal masyarakat sebagai pemuda yang jujur dan baik.

Disaat muda, Rasulullah lebih suka berpikir dan merenung tentang kehidupan yang ada di sekitarnya sebagai masyarakat jahiliah(kegelapan), karena banyak menyembah berhala dan patung. Jiwa perenung inilah yang akhirnya terbawa sampai beliau menjadi seorang Rasul.

Sekian dulu nih pembahasan yang dapat admin sampaikan dari berbagai sumber, semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi. Jika teman-teman memilki kritik atau saran, silahkan ketikkan dalam kolom yang ada dibawah ya.

 

 

 

Salam Sobat Berilmu 🙂

Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Kisah Nabi Ishaq AS

Rijal
6 min read

Sifat Terpuji Nabi Idris

Rijal
2 min read

Sifat Mustahil Rasul

Rijal
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *