Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Sifat Mustahil Rasul

Assalamualikum sobat berilmu. Kalau kemarin kita sudah membahas tentang sifat jaiz serta sifat wajib Nabi dan Rasul. Nah, dikesempatan kali ini admin juga akan membahas mengenai sifat mustahil yang di miliki para Nabi dan Rasul.

Seperti yang kita ketahui, manusia pada umumnya tidak dapat disamakan dengan Nabi ataupun Rasul. Sebab Nabi dan Rasul dipilih langsung oleh Allah untuk menyebarkan dan mendakwahi ajaran-ajaran Islam.

Hal ini wajib untuk kita ketahui agar tidak terjadi suatu kesalahpahaman dikalangan umat muslim di era seperti saat ini. Untuk itu mari kita baca selengkapnya mengenai sifat sifat mustahil Rasul tersebut.

Pengertian Sifat Mustahil Rasul

Sifat mustahil bagi Nabi dan Rasul adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul, karena mereka semua diberi kenikmatan oleh Allah berupa sifat “maksum”, yaitu terjaga dari dosa.

Tidak mudah bagi mereka untuk menyebarkan agama Islam pada zaman jahiliah dahulu, butuh kesabaran yang besar untuk menghadapi perlakuan pahit dari orang-orang yang belum mengenal ajaran Islam tersebut.

Suatu hari Nabi Muhammad SAW hendak pergi ke masjid dan melintasi jalan yang merupakan akses satu-satunya untuk menuju ke-masjid. Disitulah Nabi selalu mendapat hinaan, cacian, bahkan dilempar kotoran.

Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah membalasnya walau hanya mengeluh. Justru Nabi Muhammad SAW bertanya dan khawatir terhadap orang yang melempar kotoran saat suatu hari dia tidak melakukan kebiasaan buruknya itu.

Ternyata Nabi Muhammad SAW mendapat kabar bahwa dia sedang sakit. Meski mendapat perlakuan hina dan keji, Nabi Muhammad tidak segan-segan menjenguknya.

Pada akhirnya, orang tersebut merasa malu, karena ternyata manusia yang selalu dikerjainya tersebut mempunyai sifat baik dan tidak dengki sedikitpun. Sifat Nabi Muhammad itulah yang membuat Agama Islam diterima dan menyebar luas hingga saat ini.

Dapat kita ambil pelajaran dari kisah tersebut, bahwa Nabi kita, Nabi Muhammad SAW berbeda dengan manusia pada umumnya yang penuh dengan kebencian apa bila mendapatkan hinaan.

Namun, harus kita garis bawahi, bahwa Nabi Muhammad juga memiliki sifat-sifat mustahil yang menjadi pembeda antara Nabi dan umat manusia pada umumnya.

Sifat-sifat Mustahil Rasul

Sifat Mustahil Rasul

Berikut ini beberapa sifat mustahil para Nabi & Rasul yang wajib kita ketahui sebagai umat muslim yang baik.

1. Khianat

Tentunya Nabi & Rasul mustahil memiliki sifat khianat tersebut. Khianat merupakan lawan kata dari amanah. Khianat dapat diartikan sebagai suatu perbuatan tidak melaksanakan atau mematuhi apa yang diamanahkan dan menjadi kewajibannya kepada Allah.

Namun, Nabi & Rasul mustahil memiliki sifat tersebut, sebab, apabila Nabi Muhammad SAW khianat kepada Allah, maka kita tidak akan pernah bisa merasakan nikmatnya Islam dizaman yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dia berkata, “Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berkhutbah kepada kami, melainkan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”. [HR. Ahmad]

2. Kidzib

Kidzib mempunyai arti yaitu berbohong. Nabi dan Rasul telah diberi karunia oleh Allah untuk terhindar dari sifat kidzib tersebut.

Sudah pasti Allah melaknat orang-orang yang mempunyai sifat kizib tersebut, jadi bagaimana mungkin Allah melaknat seorang manusia istimewa yang Allah pilih langsung. Oleh karena itu, Nabi & Rasul mustahil memiliki sifat kidzib atau berbohong tersebut. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 106 yang berbunyi :

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya : “Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (QS Al-An’am ayat 106)

Firman Allah tersebut benar-benar menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan lah manusia utusan Allah yang memiliki sifat tercela tersebut. Dan pada sejatinya setiap utusan Allah pasti tidak memiliki sifat kidzib tersebut.

3. Kitman

Kitman memiliki makna yaitu menyembunyikan wahyu. Seperti yang telah diterangkan, Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk menyampaikan risalah-risalahnya kepada umat mereka. Jadi sangat mustahil bagi para Nabi dan Rasul memiliki sifat menyembunyikan wahyu. Sifat ini merupakan antonim/kebalikan dari sifat tabligh (menyampaikan).

4. Baladah

Baladah mengandung arti sifat bodoh. Salah satu sifat yang sangat mustahil bagi para Nabi dan Rasul adalah bodoh. Seorang nabi dan rasul bahkan lebih pintar dan cerdar dari umat manusia pada umumnya.

Sekali lagi di jelaskan bahwa Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan Allah langsung, maka dari itu mustahil bagi mereka untuk memiliki sifat baladah tersebut. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 199 yang berbunyi :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya : “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang yang melakukan makruf, serta janganlah selamatkan orang-orang yang bodoh.” (QS al-A’raf ayat 199)

Nah mungkin sekian yang dapat admin sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang membaca, jika teman-teman memiliki kritik atau saran, silahkan ketik pada kolom yang ada dibawah.

 

 

 

Salam Sobat Berilmu 🙂

Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Kisah Nabi Ishaq AS

Rijal
6 min read

Sifat Terpuji Nabi Idris

Rijal
2 min read

Sifat Jaiz Nabi & Rasul

Rijal
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *