Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Sejarah PSHT

Sejarah PSHT

Tentunya kalian tidak asing dengan perguruan pencak silat yang satu ini. Jika diperjelas secara terperinci, sejarah PSHT sangat lah panjang.

PSHT merupakan singkatan dari Persaudaraan Setia Hati Terate. Perguruan silat tersebut merupakan satu dari sekian perguruan beladiri yang ada di Indonesia.

Pengertian PSHT

Pengertian PSHT

PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung ke dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Sekarang, PSHT telah diikuti sekitar 7 juta anggota serta memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia.

Tidak hanya itu, PSHT juga memiliki 10 komisariat di perguruan tinggi dan 10 komisariat luar negeri di Malaysia, Belanda, Rusia (Moskow), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Prancis.

PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) merupakan suatu perguruan silat yang memiliki berbagai tujuan yaitu, menjadikan manusia berbudi luhur,

Menjadikan manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari.

Serta menjadikan diri kita lebih mengutamakan persaudaraan antar anggota dan membentuk sebuah organisasi yang merupakan aliran Persaudaraan disingkat dengan PSH.

Sejarah PSHT Lengkap

Sejarah Awal Mula Berdirinya PSHT

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soediwirjo telah meletakkan dasar gerakan pencah silat Setia Hati di Surabaya, tepatnya pada kampung Tambak, Gringsing.

Sebelum Setia Hati, latihan dan gerakan  pencak silat Setia Hati tersebut biasa disebut dengan istilah “Djojo Gendino Tjipto Muljo”.

Sedangkan ajaran yang kerokhanian dan spiritual Setia Hati biasa disebut dengan istilah STK, yaitu Sedulur Tunggal Ketjer.

Para warga/anggota Tk.II berhasil pindah ke Madiun dan menmbangun serta mendirikan perguruan Silat bernama Persaudaraan Setia Hati di desa Winongo, Madiun.

Para warga tersebut juga berasal dari warga IAIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 1994-1995.

Yang terdiri dari, Mas Ir.FX.Sentot Sutikno, Mas Dr.Ir.H.Aliadi,MM serta Mas Punggul.

Pada saat itu sejarah PSHT belum resmi menjadi sebuah organisasi, Persaudaraan Setia Hati hanyalah sekedar kelompok diantara para siswa.

Karena pada saat itu, organisasi Pencak Silat tidak mendapatkan izin dari pihak kolonialisme Belanda.

Setia Hati sendiri bermakna setia pada hati (diri) sendiri.

Baca Juga

Sedikit Tentang Sejarah PSHT : Soerodiwirjo

Soerodiwirjo lahir dari keluarga bangsawan di daerah Gresik. Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan ia berasal dari Madiun, Jawa Timur, Indonesia pada kuartal terakhir pada kisaran abad ke-19.

Soerodiwirjo pernah diberi julukan oleh Sultan dan gelar tersebut hanya diberikan kepada orang-orang yang membuktikan dirinya layak secara rohani.

Gelar tersebut bernama  Sang Ngabei, gelar tersebut merupakan pemberian bangsawan eksklusif pada zaman itu.

Tidak hanya itu, Soerodiwirjo juga tinggal dan bekerja di berbagai daerah di pulau Jawa dan Sumatera.

Tidak lain tidak bukan hanyalah bertujuan untuk belajar kerokhanian dan gaya pencak silat dari berbagai aliran.

Kombinasi dari ajaran spiritual dengan gaya Pencak Silat yang terbaik dari berbagai aliran inilah yang menjadi jurus PSHT.

Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang merupakan pahlawan perintis kemerdekaaan 1883-1952 dan salah satu kadang/anggota Setia Hati, meminta izin kepada Soerodiwirjo untuk mendirikan latihan Setia Hati.

Target dari perguruan yang ia rencanakan adalah untuk para generasi muda. Ternyata Soerodiwirjo mengizinkan permintaan Oetomo tersebut dengan syarat harus dengan nama yang tidak sama.

Maka Ki Hardjo Oetomo mendirikan perguruan yang bernamakan SHPSC yang merupakan singkatan dari “Setia Hati Pemuda Sport Club”.

Baca Juga

Organisasi tersebut kemudian biasa disebut dengan nama PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1948 dalam kongres pertama di Madiun.

Setelah usai perang Dunia II, sejarah PSHT terus berkembang ke seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Seorang tokoh penting di balik semakin pesatnya perkembangan sejarah PSHT ini adalah Mas Irsjad.

Mas Irsjad tersebut merupakan siswa pertama yang berguru kepada Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Mas Irsyad tersebut juga berhasil menciptakan 90 gerakan senam dasar (Basic Exercise), jurus belati (menggunakan pisau) serta jurus Toya (menggunakan tongkat panjang) yang merupakan pembeda dengan Setia Hati Winogo.

Saat ini, dewan pusat dari organisasi PSHT dipimpin oleh Kolonel inf (purn) Mas Simorangkir sampai pada Perapatan Luhur digelar pada tahun 2014.

Baca Juga

Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate

Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate

Falsafah serta ajaran yang utama dari SH Terate adalah manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dimusnahkan). Tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri.

Tidak ada satupun kekuatan diatas manusia yang dapat mengalahkan manusia kecuali kekuatan yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Falsafah itu telah menjadi keyakinan bagi semua warga SH Terate sehingga menjadi daya kekuatan tersendiri bagi anggota secara pribadi maupun persaudaraan.

Tidak ada yang ditakuti oleh Warga SH Terate baik dari bangsa manusia maupun yang lain (jin, makhluk halus dan lain-lain) kecuali ketakutan (takwa) pada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain falasafah dan ajaran sebagaimana tersebut diatas SH Terate juga mengajarkan calon Anggota Persaudaran dengan Seni Beladiri Pencak Silat.

Menurut SH Terate setiap seni bela diri timur didasarkan pada filosofi dengan kode etik terkait.

Hal ini juga berlaku untuk Pencak Silat. Praktek seni bela diri memiliki tujuan membantu siswa mengembangkan karakter jujur,terbuka dengan hidup sesuai dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni.

Siswa berusaha untuk menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan dan juga emosi.

Persaudaraan Setia Hati Terate adalah cara hidup, jalan hidup. Unsur olahraga hanya aspek kecil, salah satu dari banyak batu yang jalan PSHT yang beraspal.

Dengan pendekatan yang lebih luas ini, Persaudaraan Setia Hati Terate bukan olahraga pertempuran tetapi seni pertempuran.

Sebuah olahraga pertempuran adalah perjuangan dengan yang lain. Sebuah seni pertempuran adalah perjuangan dengan diri sendiri.

Falsafah dan Ajaran SH Terate itu telah menjadi Prinsip Dasar Setia Hati Terate, untuk mencapai keseimbangan dalam tubuh (jasamani) dan pikiran (rohani).

Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan pada lima prinsip dasar, yaitu:

  • Kerokhanian Kesietia Hatian (pengembangan spiritual)
  • Seni Budaya
  • Bela Diri (pertahanan diri)
  • Olahraga (sport)
  • Persaudaraan (brotherhood)

Makna Lambang PSHT

Makna Lambang PSHT

Nah, berikut merupakan penjelasan mengenai makna dari lambang PSHT. Dari lambang tersebut, terdapat berbagai filosofi Persaudaraan Setia Hati Terate.

Persaudaraan

Konsep Persaudaraan ini dapat diterjemahkan sebagai “persaudaraan” kepada semua, mengungkapkan visi dan misi bahwa semua orang adalah saudara dan saudari.

“Saudara” diterjemahkan baik sebagai “saudara” dan “adik”: perempuan juga merupakan bagian dari “persaudaraan”.

Hal tersebut berarti saling menghormati, solidaritas dan kerjasama. Persaudaraan menggantikan budaya,ras,kepercayaan dan afiliasi politik.

Persaudaraan kepada semua adalah disamping persaudaraan dengan sesama warga SH Terate adalah juga persaudaraan sesama umat manusia

Segi Empat

Segi Empat panjang dalam lambang SH Terate adalah bermakna Perisai, perisai bisa berarti benteng atau petahanan diri.

Seorang warga SH Terate harus bisa membentengi diri sendiri dari segala bentuk ancaman jasmani maupun rohani.

Segi empat ini juga melambangkan 4 mata arah angin dan ditambah 1 sebagai porosnya

Setia Hati

Setia Hati dapat diterjemahkan sebagai “setia pada hati” nya sendiri.

Hal ini mengisyaratkan bahwa kita harus selalu jujur pada hati seseorang (perasaan emosional) dalam semua keputusan hidup.

Bagaimanapun, emosi-emosi tersebut harus selaras dengan kognisi rasional seseorang.

Apa yang ada dalam hati sanubari rasakan dan menjadi pemiikiran harus menjadi dasar bagi perkataan maupun tindakan nyata atau perilaku sehari-hari. Jika dua unsur tidak harmonis, maka setiap keputusan yang diambil salah.

Garis Merah Tegak

Sebuah garis merah vertikal ditemukan di sisi kiri lambang, diapit pada setiap sisi menjadi garis putih.

Lambang yang dimaksud adalah “jalan yang lurus”, melambangkan pertumbuhan mental dan spiritual siswa dan Warga PSHT yang lurus dan menegakkan kebenaran.

Serta pengesahan menjadi warga Pertama, calon warga membuat sumpah untuk mengikuti jalan ini dan sesuai dengan aturan-aturan tertentu perilaku.

Apabila melakukan pelanggaran sumpah, maka terdapat konsekuensi yang harus ditepati.

Senjata

Pada bagian bawah sejumlah senjata kuning berwarna digambarkan pada lambang.

Hal ini melambangkan sebuah fisik bahwa seseorang harus mengikuti untuk akhirnya mencapai pertumbuhan rohani dalam keimanan.

Terate

Terate merupakan bunga teratai. Makna dari lambang tersebut adalah bunga yang bisa hidup di darat dan di air.

Hali ini mengibaratkan tekad, ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi. Bunga ini dapat berkembang di segala kondisi.

Baik itu di udara, dalam air dan dalam kondisi kering dan basah. Warga PSHT juga sama harus mampu beradaptasi dan mengatasi keadaan yang sulit.

Dan seperti Terate, meskipun pengaruh negatif dari lingkungan, siswa PSHT mempertahankan kebersihan batin nya.

Terate dapat hidup dan mekar di lumpur, tapi mempertahankan keindahan dan kemurnian.

Hati Bersinar

Hati yang bersinar digambarkan dalam lambang PSHT. Sinar yang berasal dari hati ini adalah representasi simbolis dari konsep persaudaraan.

Satu mengirimkan pikiran yang baik atau perasaan kepada orang lain. Putih melambangkan cinta dan kebersihan batin.

Garis merah di sekitar Hati adalah simbol pertahanan diri: satu bercita-cita untuk persaudaraan dan bahwa yang satu dapat menawarkan orang lain, tapi tidak dengan mengorbankan diri sendiri.

Artinya cintadan kasih sayang terhadap sesama ada batasnya. Serta cinta dan kasih sayang yang tidak terbatas bisa menghancurkan diri sendiri.

Warna Hitam

Warna Hitam sebagai dasar melambangkan kekal dan abadi. Sesuai semboyannya Selama Matahari bersinar, selama Bumi masih dihuni oleh Manusia, semoga Setia Hati tetap jaya, kekal dan abadi selama-lamanya.

Senjata Dalam PSHT

Senjata Dalam PSHT

Untuk senjata yang dugunakan dalam PSHT ini adalah merupakan kombinasi dari senjata adat dan mereka di bawa ke Indonesia dari seluruh benua Asia.

Beberapa senjata tersebut awalnya digunakan sebagai alat berladang. Hampir setiap gaya PSHT tradisional menggunakan senjata seperti yang dibawah ini:

Toya

Toya merupakan sebuah tongkat kayu, umumnya terbuat dari rotan. Senjata tersebut mempunayai variasi panjang 1,5-2 meter, tetapi pada prinsipnya adalah sedikit lebih pendek dari orang yang menggunakannya. Panjang toya antara 3,5 dan 5,0 cm.

Tidak hanya itu, sebagian besar gaya Pencak Silat juga menggunakan senjata mereka sendiri yang spesifik. Dalam PSHT, senjata yang satu ini juga digunakan.

Celurit

Celurit merupakan sebutan istilah Indonesia untuk senjata sabit, alat pertanian yang berasal dari pulau jawa, pisau baja dalam bentuk setengah bulan. “Semut” adalah sabit kecil. Ujung tombak adalah di bagian dalam pisau.

Trisula

Trisula merupakan alat seperti garpu logam yang memiliki tiga cabang. Senjata ini mempunyai variasi panjangnya 25–65 cm.

SenjataTrisula tersebut kemungkinan besar berasala dari Negeri India.

Pisau

Pisau merupakan senjata yang memiliki mata tajam berbahan logam dengan variasi panjang berukuran 20-25 cm.

Belati

Belati merupakan alat yang hampir sama dengan pisau, namun lebih pendek.

Parang

Parang merupakan jenis senjata yang digunakan dalam PSHT yang juga terbuat dari besi dan logam yang kuat.

Golok

Golok adalah pedang pendek, bermata pisau satu sisi. Golok ini juga merupakan jenis pedang yang digunakan secara luas.

Awalnya senjata golok ini hanya digunakan untuk keperluan pertaniaan.

Kerambit

Kerambit merupakan senjata menyerupai cakar bermata pisau dengan bentuk dua sisi dalam bentuk setangah bulan.

PSHT adalah satu-satunya perguruan yang menggunakan senjata Kerambit ini.


Penutup

Nah, mungkin hanya sekian pembahasan mengenai sejarah PSHT yang dapat admin sampaikan.

Semoga bermafaat, dan jika teman-teman memiliki kritik atau saran, silahkan ketik pada kolom yang ada di bawah.

 

 

 

Salam Sobat Berilmu 🙂

Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Macam Macam Tempo

Rijal
2 min read

Jenis Pohon Bidara

Rijal
5 min read

Contoh Puisi Bahasa Jerman

Rijal
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *