Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Sejarah PKI

Sejarah PKI 1965

Sejarah PKI- Terjadi pada kisaran 54 tahun yang lalu. Pada masa itu, para dalang-dalang komunis ingin sekali merebut kekuasaan di Indonesia.

Dalam sejarah PKI yang telah kita ketahui, partai yang telah bubar ini, tercatat sebagai partai komunis terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok.

Puncak sejarah PKI yang tidak akan pernah terlupakan ialah, para dalang komunis menghasuti TNI lainnya untuk membunuh 7 Jendral besar.

Para TNI ini telah dihasut oleh dalang dari partai komunis dengan hasutan. Bahwa 7 jendral tersebut dianggap perkumpulan dewan jendral yang akan membahayakan presiden.

Untuk itu, mari simak lebih lengkap mengenai sejarah PKI yang telah admin langkahilmu.com sajikan untuk anda.

Artikel Terkait :

Apakah Partai Komunis Itu ?

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebuah partai politik di Indonesia  yang telah bubar.

PKI adalah partai komunis non penguasa terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok sebelum akhirnya PKI dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya.

Sejarah Komunis Bangkit

Penanaman kapital di Indonesia pada sejak akhir abad ke-XIX meningkat dengan cepat.

Hal tersebut membawa perubahan besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Untuk mengerjakan bahan-bahan mentah, imperialisme belanda mendirikan pabrik-pabrik, membuat pelabuhan-pelabuhan dan jalan-jalan kereta api.

Namun, semuanya itu sekali-kali bukanlah untuk memajukan Indonesia, yaitu : Klas proletar, intelektual, dan borjuasi Indonesia.

Lahirnya klas proletar mendorong berdirinya organisasi serikat buruh.

Pada beberapa tempat di Indonesia mulai berdiri serikat buruh, seperti buruh pelabuhan, buruh kereta api, buruh percetakan, dan serikat buruh lainnya.

Pada tahun 1905, mulailah berdiri serikat buruh kereta api yang bernama SS Bond (Staats Spoor Bond).

Dalam tahun 1908, berdirilah Perkumpulan Pegawai Spoor dan Trem (Vereniging van Spoor en Tram Personeel – VSTP), yaitu suatu serikat buruh kereta api yang militan pada masa itu.

Para serikat buruh ini telah dianggap sebagai sekolah-sekolah bagi massa kaum buruh.

Akan tetapi, perjuangan serikat buruh adalah perjuangan yang terbatas untuk memenuhi keperluan-keperluan langsung dari pada anggotanya.

Hal itu terjadi untuk perbaikan upah dan syarat-syarat kerja, suatu perjuangan yang terbatas pada soal-soal sosial ekonomi.

Kesadaran yang di peroleh lewat aksi-aksi dan pemergokan, belumlah mencapai tingkat kesadaran klas sempurna.

Hanya saja baru pada tingkat kesadaran pertentangan antara mereka sebagai buruh upahan terhadap mejikannya itu sendiri yang memeras tenaganya.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan gerakan buruh, kesadaran politik dan orgarisasi klas buruh pun meningkat pula.

Klas buruh mengendaki suatu organisasi yang tidak hanya membatasi diri pada perjuangan serikat buruh.

Sebab, hanya dengan organisasi serikat buruh, sistem kapitalisme, yang merupakan sumber kemiskinan dan kesengsaraan bagi seluruh massa pekerja, tidaklah dapat dilumpuhkan.

Untuk melumpuhkan sistem kapitalisme, klas buruh harus menjalankan perjuangan politik yang revolusioner, klas buruh harus mempunyai partai politik.

Tingkat kesadaran klas buruh inilah yang mendorong berdirinya suatu partai politik, yang merupakan alat untuk memperjuangkan cita-cita dan politik dari pada klas buruh.

Partai politik klas buruh ini tidaklah hanya untuk memimpin perjuangan klas buruh guna perbaikan upah dan syarat-syarat kerja kaum buruh.

Namun, sampai dengan untuk merombak susunan masyarakat yang memaksa seseorang yang tidak bermilik harus menjual tenaganya kepada kaum kapitalis.

Sejarah Munculnya Komunis

Pada bulan Mei tahun 1914 di Semarang, telah terbangun Perkumpulan Sosial-Demokratis Indonesia (Indiskhe Sociaal Democratiskhe Vereniging – ISDV).

Organisasi tersebut merupakan organisasi politik yang menghimpun intelektual-intelektual revolusioner bangsa Indonesia dan Belanda.

Tujuannya ialah untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan Rakyat Indonesia.

Perkumpulan Sosial Demokratis Indonesia inilah yang pada tanggal 23 Mei tahun 1920 berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lahirnya PKI merupakan peristiwa yang sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Pemberontakan kaum tani yang tidak teratur dan bersifat perjuangan sedaerah atau sesuku dalam melawan imperialisme Belanda.

Hal tersebut terus menerus mengalami kegagalan, sejak PKI berdiri, menjadi diganti dengan perjuangan proletariat yang terorganisasi dan yang memimpin perjuangan kaum tani dan gerakan revolusioner lainnya.

Pecahnya Revolusi Oktober di Rusia tahun 1917 sangat berpengaruh pada proletariat Indonesia.

Lahirnya PKI dan perkembangannya tidaklah dapat dipisahkan dari pengaruh kemenangan Revolusi Oktober itu.

Kemenangan Revolusi Oktober Besar di Rusia itu telah membangkitkan kesadaran Rakyat-Rakyat jajahan.

Revolusi Oktober, memberi keyakinan kepada Rakyat Indonesia, bahwa imperialisme Belanda pasti dapat digulingkan, dan Rakyat Indonesia akan dapat mendirikan negara Indonesia yang bebas dan merdeka.

Jadi Partai Komunis Indonesia lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh.

Setelah di Indonesia berdiri sekian serikat buruh dan Perkumpulan Sosial Demokratis Indonesia, yaitu organisasi politik yang pertama dari pada kaum Marxis Indonesia, sesudah Revolusi Oktober tahun 1917.

Tokoh Sejarah PKI

Menyambut diperbolehkannya kembali penayangan Film G30S/PKI oleh pemerintah yang sempat mengundang kontroversi, ada baiknya kita mengenal 5 tokoh PKI berikut ini.

1. Nyoto

Foto NJoto
berdikarionline.com

Njoto nama asli Lukman Njoto merupakan Wakil Ketua II Comite Central (CC) PKI. Orang ketiga saat PKI menggapai masa gemilangnya pada periode 1955 sampai 1965.

Tidak hanya itu, ternyata Nyoto ini juga merupakan salah satu orang kesayangan Ir. Soekarno.

Pada saat itu, Njoto menjadi menteri kabinet Dwikora, mewakili PKI. Dia merupakan salah satu orang yang dipercaya Soekarno untuk menulis pidato kenegaraan yang akan dibacakan Soekarno.

Tidak diketahui pasti soal Kabarnya tanggal 16 Desember 1965, Njoto pulang mengikuti sidang kabinet di Istana Negara. Di sekitar Menteng, mobilnya dicegat.

Njoto dipukul kemudian dibawa pergi tentara. Diduga dia langsung ditembak mati.

2. MH. Lukman

Foto MH Lukman
tribunnewswiki.com

Muhammad Hatta (HM) Lukman, adalah orang kedua di Partai Komunis Indonesia setelah Aidit.

Bersama Njoto dan Aidit, ketiganya dikenal sebagai triumvirat, atau tiga pemimpin PKI.

Lukman mengikuti ayahnya yang dibuang ke Digoel, Papua. Sejak kecil dia terbiasa hidup di tengah pergerakan.

Nama Muhammad Hatta diberikan karena Lukman sempat menjadi kesayangan Mohammad Hatta, proklamator RI.

Setelah pemberontakan Madiun 1948, triumvirat ini langsung melejit, mengambil alih kepemimpinan PKI dari para komunis tua.

Di pemerintahan, Lukman sempat menjabat wakil ketua DPR-GR.Tak banyak data mengenai kematian Lukman.

Saat itu beberapa hari setelah Gerakan 30 September gagal, Lukman diculik dan ditembak mati tentara. Mayat maupun kuburannya tak diketahui.

Tokoh Politbiro Comite Central PKI Sudisman di pengadilan menyebut tragedi pembunuhan Aidit, Lukman dan Njoto, sebagai ‘jalan mati’. Karena ketiganya tak diadili dan langsung ditembak mati.

3. DN. Aidit

Foto DN Aidit
genpi.co

Dipa Nusantara (DN) Aidit adalah Ketua Umum Comite Central (CC) Partai Komunis Indonesia.

Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua Alimin dan Tan Ling Djie pada 1954. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI.

DN Aidit bercita-cita menjadikan Indonesia negara komunis. Ketika partai-partai lain tertatih-tatih dalam regenerasi kader, PKI memunculkan anak-anak belia di tampuk pimpinan partai: D.N. Aidit, 31 tahun, M.H. Lukman (34), Sudisman (34), dan Njoto (27).

Tapi semuanya berakhir pada Oktober 1965, ketika Gerakan 30 September gagal. DN Aidit langsung melarikan diri dari Jakarta ke daerah basis PKI di Yogyakarta.

Aidit lalu berkeliling ke Semarang dan Solo. Dia masih sempat menemui beberapa pengurus PKI di daerah untuk melakukan koordinasi.

Melalui peran intelijen, akhirnya DN Aidit ditangkap aparat militer pada tanggal 22 November 1965 jam 23:00 WIB.

Aidit ditangkap dari tempat persembunyiannya di rumah Kasim alias Harjomartono di Kp. Sambeng, Solo.

Aidit bersembunyi dalam sebuah ruangan yang ditutup lemari. Kepada Komandan Brigif IV, Kolonel Jasir Hadibroto, Aidit minta dipertemukan dengan Soekarno.

Aidit mengaku sudah membuat pengakuan tertulis soal G30S. Dokumen itu rencananya akan diberikan pada Soekarno.

Tapi keinginan Aidit tak pernah terpenuhi. Keesokan harinya, Jasir dan pasukannya membawa Aidit ke sebuah sumur tua di belakang markas TNI di Boyolali.

Aidit berpidato berapi-api sebelum ditembak. Berondongan AK-47 mengakhiri hidup Ketua Comite Central PKI itu. Kuburan pasti Aidit tak diketahui hingga kini.

Riwayat DN Aidit adalah pemuda asal Belitung yang masuk ke Jakarta pada 1940.

Ia belajar teori politik Marxis melalui Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda (yang belakangan berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia).

Ia mulai berkenalan dengan orang-orang politik Indonesia, seperti Adam Malik, Chairul Saleh, Bung Karno, Bung Hatta, dan Muhammad Yamin.

Dan ia kemudian menjadi anak didik kesayangan Hatta. Namun belakangan mereka berseberangan jalan dari segi ideologi politiknya.

Saat usianya baru 25 tahun, ia telah terlibat pemberontakan PKI di Madiun, 1948. Setelah itu, ia raib tak tentu rimba.

Sebagian orang mengatakan ia kabur ke Vietnam Utara, sedangkan yang lain mengatakan ia bolak-balik Jakarta-Medan.

Dua tahun kemudian, dia “muncul” kembali. Tahun 1954 Aidit berhasil mengambil alih pimpinan PKI.

4. Musso

dialogagama212.blogspot.com

Musso alias Munawar Muso adalah tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1920-an.

Ia memproklamirkan Pemerintahan Republik Soviet Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun.

Tujuannya untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan Negara Komunis.

Namun, dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, kekuatan bersenjata tentara Muso dihancurkan pasukan TNI yang menyerang dari Jawa Timur (pimpinan Kol. Sungkono) dan Jawa Tengah (pimpinan Kol. Gatot Subroto). Muso dan pimpinan PKI Madiun melarikan diri.

Tanggal 31 Oktober 1948, pasukan TNI di bawah pimpinan Kapten Sumadi memergoki Muso di Purworejo.

Muso menolak menyerah dan melarikan diri. Dia bersembunyi di sebuah kamar mandi. Di sana dia terlibat baku tembak hingga tewas.

Muso dilahirkan di Kediri, Jawa Timur 1897, adalah anak Rono Wijoyo, seorang pelarian pasukan Diponegoro.

Saat di Surabaya Musso pernah kos di rumah milik HOS Tjokroaminoto, guru sekaligus bapak kosnya.

Selain Musso di rumah kos itu juga ada Soekarno , Alimin, Semaun, dan Kartosuwiryo.

Musso, Alimin, dan Semaun kemudian dikenal sebagai tokoh kiri Indonesia. Sedangkan Kartosuwiryo menjelma menjadi tokoh Darul Islam, ekstrem kanan. Mereka dicatat dalam sejarah perjalanan revolusi di Indonesia.

Muso sempat menjadi pengurus Sarekat Islam pimpinan HOS. Tjokroaminoto. Selain di Sarekat Islam, Musso juga aktif di ISDV (Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda).

5. Letnan Kolonel Untung

Untung
detiknews.com

Letkol Untung merupakan Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang memimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965.

Untung juga merupakan bekas anak buah Soeharto ketika ia menjadi Komandan Resimen 15 di Solo.

Tidak hanya itu, Untung ialah seorang Komandan Kompi Batalyon 454 dan pernah mendapat didikan politik dari tokoh PKI, Alimin.

Setelah G30S meletus dan gagal dalam operasinya, Untung melarikan diri dan menghilang beberapa bulan lamanya sebelum kemudian ia tertangkap secara tidak sengaja oleh dua orang anggota Armed di Brebes, Jawa Tengah. Ketika tertangkap, ia tidak mengaku bernama Untung.

Anggota Armed yang menangkapnya pun tidak menyangka bahwa tangkapannya adalah mantan Komando Operasional G30S.

Setelah mengalami pemeriksaan di markas CPM Tegal, barulah diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Untung.

Setelah melalui sidang Mahmilub yang kilat, Untung pun dieksekusi di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 1966, setahun setelah G30S meletus.

6. Amir Syarifudin

Saat Indonesia baru merdeka, Amir Syarifuddin menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan.

Dia pernah menjadi Menteri Penerangan, Menteri Pertahanan, dan bahkan Perdana Menteri RI.

Saat berlangsung Perjanjian Renville dengan Belanda, Amir bertindak sebagai negosiator utama RI.

Hasil perjanjian Renville ternyata tak menguntungkan RI, karena Belanda hanya mengakui Yogyakarta, Jawa Tengah dan Sumatera.

Maka Amir pun dikecam oleh banyak kalangan, mengakibatkan Kabinet Amir Syarifudin jatuh.

Untuk merebut kembali kedudukannya, pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang mengorganisir kaum tani dan buruh dalam rangka memperkuat basis massa.

FDR berhasil menghasut buruh, hingga terjadi pemogokan di pabrik karung Delanggu (Jawa Tengah)  pada tanggal 5 Juli 1959.

Ketika Musso tiba dari Moskow (11 Agustus 1948),  Amir dan FDR segera bergabung dengan Musso.

Untuk memperkuat organisasi, maka disusunlah doktrin bagi PKI. Doktrin itu bernama Jalan Baru.

Selanjutnya PKI banyak melakukan kekacauan, terutama di Surakarta. Oleh PKI daerah Surakarta dijadikan daerah kacau (wildwest), sementara Madiun dijadikan basis gerilya.

Dia menyertai Muso memproklamirkan Pemerintahan Republik Soviet Indonesia di Madiun tanggal 19 September 1948.

Saat pasukan TNI menyerbu, Amir Syarifuddin, Muso dan pimpinan PKI Madiun lainnya melarikan diri.  Sebulan kemudian Amir ditangkap TNI di hutan kawasan Purwodadi.

Amir dieksekusi mati bersama para pemberontak Madiun yang tertangkap. Sebelum meninggal Amir menyanyikan lagu internationale, yang merupakan lagu komunis.

Tapi peluru seorang polisi militer mengakhiri hidupnya sebelum ia menyelesaikan nyanyiannya.

Sejarah PKI Bangkit

Sejarah PKI Bangkit
yukepo.com

Sukarno bertindak menyeimbangkan antara PKI, militer, fraksi nasionalis, dan kelompok-kelompok Islam yang terancam oleh kepopuleran PKI.

Pengaruh pertumbuhan PKI menimbulkan keprihatinan bagi pihak Amerika Serikat dan kekuatan barat anti-komunis lainnya.

Situasi politik dan ekonomi menjadi lebih tidak stabil; Inflasi tahunan mencapai lebih dari 600 persen dan kehidupan Indonesia memburuk.

PKI dirasakan oleh kalangan politik, beberapa bulan menjelang Peristiwa G30S, makin kuat. Sehingga para pesaing PKI mulai khawatir PKI akan memenangkan pemilu berikutnya.

Gerakan-gerakan untuk menentang PKI mulai bermunculan, dan dipelopori oleh Angkatan Darat. Pada Desember 1964, Chaerul Saleh dari Partai Murba (dibentuk oleh mantan pemimpin PKI Tan Malaka) menyatakan bahwa PKI sedang mempersiapkan kudeta.

PKI menuntut larangan Partai Murba, tuntutan itu dipaksakan kepada Soekarno pada awal 1965. Dalam konteks Konfrontasi dengan Malaysia, PKI menyerukan untuk ‘mempersenjatai rakyat’.

Sebagian besar pihak dari tentara Angkatan Darat melarang hal tersebut. Sikap Soekarno tetap secara resmi untuk tidak terlalu mengambil sikap atas hal tersebut karena Sukarno cenderung mendukung Konfrontasi dengan Malaysia seperti PKI.

Pada bulan Juli sekitar 2000 anggota PKI mulai menggelar pelatihan militer di dekat pangkalan udara Halim.

Terutama dalam konsep ‘mempersenjatai rakyat’ yang telah memenangkan banyak dukungan di antara kalangan militer Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

Pada tanggal 8 September demonstran PKI memulai untuk pengepungan selama dua hari di Konsulat AS di Surabaya.

Pada tanggal 14 September, Aidit mengalamatkan kepada gerilyawan PKI untuk mendesak anggota agar waspada dari hal-hal yang akan datang.

Pada 30 September Pemuda Rakyat dan Gerwani, kedua organisasi PKI terkait menggelar unjuk rasa massal di Jakarta terhadap krisis inflasi yang melanda.

Sejarah Gerakan 30 September PKI

Sejarah Gerakan 30 September PKI
perpek.com

Pada malam 30 September dan 1 Oktober 1965, enam jenderal senior Indonesia dibunuh dan mayat mereka dibuang ke dalam sumur di daerah Lubang Buaya.

Pembunuh para jenderal mengumumkan keesokan harinya bahwa Dewan Revolusi baru telah merebut kekuasaan, yang menyebut diri mereka “Gerakan 30 September.

Dengan banyaknya jenderal tentara senior yang mati atau hilang, Jenderal Suharto mengambil alih kepemimpinan tentara dan menyatakan kudeta yang gagal pada 2 Oktober.

Tentara dengan cepat menyalahkan upaya kudeta PKI dan menghasut dengan kampanye propaganda anti-Komunis di seluruh Indonesia.

Bukti yang mengaitkan PKI untuk pembunuhan para jenderal tidak meyakinkan, yang mengarah ke spekulasi bahwa keterlibatan mereka sangat terbatas, atau bahwa Suharto mengorganisir peristiwa, secara keseluruhan atau sebagian, dan mengkambinghitamkan kepada komunis.

Dalam pembersihan anti-komunis melalui kekerasan berikutnya, diperkirakan 500.000 komunis (atau dicurigai) dibunuh, dan PKI secara efektif dihilangkan.

Jenderal Suharto kemudian mengalahkan Sukarno secara politik dan diangkat menjadi presiden pada tahun 1968, karena mengkonsolidasikan pengaruhnya atas militer dan pemerintah.

Pada tanggal 2 Oktober basis di Halim berhasil ditangkap oleh pihak tentara. Harian Rakyat mengambil isu pada sebuah artikel yang berisi untuk mendukung kudeta G30S, tetapi spekulasi kemudian bangkit mengenai apakah itu benar-benar mewakili pendapat dari PKI.

Sebaliknya pernyataan resmi PKI pada saat itu adalah bahwa upaya G30S merupakan urusan internal di dalam angkatan bersenjata mereka.

Pada tanggal 6 Oktober kabinet Sukarno mengadakan pertemuan pertama sejak 30 September. Menteri PKI hadir. Sebuah resolusi mengecam G30S disahkan. Njoto ditangkap langsung setelah pertemuan itu.

Tujuan PKI

Tujuan dalam Partai Komunis Indonesia atau dapat disebut dengan PKI dalam selama periode pada sebuah kemerdekaan lebih di fokuskan dengan sebuah tujuannya yakni telah membangun adanya sebuah ideologi dalam komunis sebagai dasar negara.

Namun, rencana ini ialah terlambat karena dalam negara telah menentukan sebuah ideologi dalam Pancasila yang melalui sesi BPUPKI.

Satu-satunya dengan cara bagi PKI sebagai mengubah ideologi nya ialah dengan masuk ke dalam dunia politik.

Bahkan, PKI pada tahun 1955 menjadi empat partai yang begitu terbesar. Namun, karena dalam tujuan Partai Komunis utama Indonesia, yang muncul ke dalam permukaan, PKI telah mengambil sebuah langkah yang begitu salah.

Agar masalah politik muncul, Uni Soviet dan PKI berbahaya bagi wilayah Indonesia. Dengan demikian, pada tahun 1965, Partai Komunis Indonesia yakni telah dibubarkan.


Penutup

Setelah gerakan Komunis tersebut terjadi, semuanya berubah menjadi membenci dan membunuh PKI hingga pada keturunannya.

Nah, mungkin hanya sekian pembahasan lengkap mengenai sejarah pki yang admin sajikan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membaca.

 

Penelusuran Terkait : sejarah pki, sejarah pki madiun, sejarah pki pdf, sejarah pki madiun singkat, sejarah pki sebenarnya, sejarah pki indonesia, sejarah pki di bandung, sejarah pki brainly, sejarah pki 1965, sejarah pki di blitar.

 

Salam Sobat Berilmu 🙂

Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Metamorfosis Kecoa

Rijal
5 min read

Macam Macam Tempo

Rijal
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *