Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Kisah Nabi Ishaq AS

Kisah Nabi Ishaq

Helo teman-teman. Dikesempatan kali ini, admin langkahilmu.com akan memberikan sebuah ulasan mengenai kisah Nabi Ishaq.

Ishaq adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim setelah Ismail yang dengan ibu yang bernama Siti Hajar serta merupakan orang tua dari Nabi Yaqub.

Ishaq diutus untuk masyarakat Kana’an. Kisah Nabi Ishaq sangat sedikit diceritakan dalam Al-Qur’an. Nabi Ishaq disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 15 kali.

Sedangkan keutamaan Nabi Ishaq disebutkan 9 kali dan kenabian Ishaq 10 kali. Dikatakan bahwa ia memiliki 2 anak dan meninggal di Al Khalil.

Nasab Nabi Ishaq Alaihissalam

Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Syam bin Nuh. Ishaq menikah dengan Rifqa binti Batnail bin Nahur bin Tarih, menikah pada tahun 2088 SM. Dari pernikahan ini Ishaq memiliki dua anak kembar Yaqub dan Al-Aish (‘Aysu).

Tentang Nabi Ishaq

Ayah dari seorang Nabi Ishaq adalah  Nabi Ibrahim Alaihissalam, sedangkan ibu dari Nabi Ishaq adalah Siti Hajar yang juga merupakan orang tua dari nabi Yakub Alaihissalam.

Belum ada penjelasan terperinci mengenai Nabi Ishaq menikah pada usia berapa, hanya saja diketahui, istri dari Nabi Ishaq adalah Rifqah binti Batnail bin Nahur.

Dijelaskan dalam kisahnya bahwa cucu Nabi Ishaq adalah Nabi Yusuf Alaihissalam.

Dimana seorang Nabi Yusuf dalah seorang nabi yang memiliki kemampuan menafsirkan mimpi serta dikenal sebagai pemangku kuasa di Mesir.

Pada saat itu Nabi Yusuf berhasil menyelamatkan dunia menghadapi wabah kelaparan melalui kebijaksanaannya.

Yusuf merupakan anak kedua belas nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Ia juga merupakan anak sulung Rahil, serta memiliki seorang adik kandung yakni Bunyamin.

Kisah Nabi Ishaq Lengkap

Setelah Allah mengaruniakan Ismail kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam , Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala agar diberkati anak-anak dari yang tahu yang bernama Sarah.

Sarah ialah seorang istri yang selalu setia bersamanya dalam menegakkan kalimatullah.

Maka Allah mengabulkan doanya dan mengutus beberapa malaikat dalam bentuk manusia untuk menyampaikan kabar gembira akan melahirkannya sebagai anak dari berbicara; Sarah.

Mereka juga membicarakan tujuan mereka yang lain, yaitu mendatangi kaum Luth untuk menimpakan azab kepada mereka.

Ketika para malaikat itu datang kepada Nabi Ibrahim, maka ia menyambut mereka dengan senang-senang dan mendudukkan mereka di ruang tamu, selanjutnya ia segera menyiapkan jamuan makan untuk mereka.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah seorang yang selalu memuliakan tamu di sebelah sebagai seorang dermawan.

Tidak lama kemudian, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang serta menghidangkannya kepada mereka.

Akan tetapi, mereka tidak ingin makan dan meminum jamuan yang telah dihidangkan tersebut, hingga Nabi Ibrahim Senang dan senang menantang tentang diri mereka juga memberikan kabar gembira dengan anak alim (berilmu).

Pada saat itu, Sarah mendengar pembicaraan mereka, maka ia datang ke dalam keadaan heran terhadap kabar gembira yang mereka sampaikan.

Bagaimana ia bisa hamil sedangkan ia seorang wanita yang sudah tua serta mandul (kompilasi itu usianya 90 tahun), sementara itu juga tersedia lagi sejak (lihat surat Hud ayat 72).

Maka malaikat berkata, “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. “ (QS. Adz Dzaariyat: 30)

Mendengar berita itu, Nabi Ibrahim pun menjadi tenang dan berbahagia apa yang dinanti-nantikannya ternyata akan tiba.

Selang beberapa waktu, lalu datanglah apa yang dinantikan itu, disampaikan yaitu Sarah melahirkan anak yang kemudian diberi nama Ishaq oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam .

Saat itu, usia Nabi Ibrahim 100 tahun. Ishaq lahir empat belas tahun setelah lahir Ismail.

Baca Juga 

Kisah Nabi Ishaq dan Kaumnya

Selama bayi Ishaq tumbuh, Nabi Ishaq tumbuh dengan temperamental yang baik sehingga Nabi Ishaq memiliki kecakapan dalam memimpin kaumnya dalam memahami manusia kafir.

 

Nabi Ishaq memiliki tugas untuk menyelesaikan tugas Nabi Ibrahim dalam memperkenalkan Allah dan agama Islam kaumnya.

Dengan memberikan informasi akan Islam dan mengundang pihak lain, menyebarkan agama Islam dilakukan dengan cara yang halus tanpa memihak pihak manapun.

Dalam meminta agama Islam tersebut, Nabi Ishaq diminta oleh saudaranya untuk melakukan pengenalan Islam.

Kisah Nabi Ishaq dan kaumnya di dalam Al Quran dan menjadi suri tauladan bagi para pemeluk agama Islam saat ini.

 

Kita dapat mengubah cara Nabi Ishaq memimpin para kaumnya untuk mengenalkan Islam dengan baik dan mengubah manusia kafir.

Jika Allah berkendak, mereka yang memutuskan tua dapat hamil dan mengembalikan penerus yang baik.

Tidak peduli akan usia, mereka yang terpilih senja dapat hamil tanpa harus setuju.

Kebesaran akan hal ini hanya dimiliki oleh Allah SWT saja. Nabi Ishaq juga memberikan gambaran akan kebesaran Allah. Melalui dakwah Nabi Ishaq ia menyampaikan bagaimana cara Nabi Ishaq mengenalkan agama Islam pada kaum kafir yang keras kepala.

Mereka yang percaya akan Islam memiliki kesempatan untuk hidup di akhirat. Karena itu, kita harus percaya akan kisah Nabi Ishaq bersama dengan kaumnya dalam mengalahkan orang-orang kafir.

Serta bagaimana sepak terjangnya dalam mengenalkan Islam di dunia.

Nabi Ishaq selalu menggunakan sikap yang ramah jika bertemu dengan kaumnya. Dengan sikap tersebut, kaum yang dipimpinnya merasa puas dengan keinginan Nabi Ishaq.

Nabi Ishaq tidak pernah berhenti dalam memperkenalkan agama Islam ke dunia.

Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Nabi Ishaq saat memiliki tugas yang ditunjukkan dalam mengenalkan ajaran Allah.

Keberhasilan tersebut ditujukan kepada mereka yang berada di jalan yang salah serta banyak melakukan tindakan yang merugikan.

Tidak hanya berbicara tentang kehidupannya di zaman dahulu, dengan kisah ini kita dapat mempelajari bagaimana sepak terjang Nabi Ishaq dalam mengenalkan Islam pada dunia.

Sebagai umat Islam dan merupakan salah satu keturunannya, kita harus mencontoh penilaian yang dimiliki oleh Nabi Ishaq.

Bagaimana cara ia memimpin kaumnya menjadi sikap yang harus kita tiru. Kita juga harus selalu salat lima waktu, perpuasa, berzakat dan berhaji sebagai bentuk iman kepada Allah.

Mukjizat Nabi Ishaq Alaihissalam

Tidak dijelaskan secara terperinci tentang Nabi Ishaq wafat pada usia berapa. Namun sejatinya, kisah Nabi Ishaq dari lahir sampai wafat telah lengkap di jelaskan dalam al-quran. Berikut sebagian dari kisah tersebut.

Nabi Ishaq Alaihissalam adalah putera dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan adik dari Nabi Ismail Alaihissalam.

Semasa hidupnya, Beliau menemani Nabi Ibrahim dalam menyampaikan dakwah.

Akan tetapi istrinya yang bernama Rafqah binti Batu’il adalah seorang wanita yang mandul.

Dan atas do’a yang dipanjatkan Nabi Ishaq Alaihissalam kepada Allah SWT, akhirnya Istrinya dapat menangdung dan melahirkan anak kembar

Yaitu ‘Iishuu yang merupakan nenek moyang bangsa Romawi dan Ya’qub yang merupakan nenek moyang Bani Israil.

Kisah Nabi Ishaq Dalam Al-Qur’an

Berikut merupakan kisah Nabi Ishaq yang tertera dalam beberapa surat di Al-Qur’an.

Pada Surat Al-Baqrah Ayat 133, 136 dan 140

Allah Berfirman :

[2:133] Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

 

[2:136] Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

 

[2:140] ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadat dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Pada Surat Ali Imran Ayat 84

Allah Berfirman :

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

Pada Surat An-Nisa ayat 163

Allah Berfirman :

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Pada Surat Al-Al-An’am ayat 84

Allah Berfirman :

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Pada Surat Hud Ayat 71

Allah Berfirman :

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Yakub.

Pada Surat Yusuf Ayat 6 dan 38

Allah Berfirman :

[12:6] Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

[12:38] Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

Pada Surat Ibrahim Ayat 39

Allah Berfirman :

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do’a.

Pada Surat Maryam Ayat 49

Allah Berfirman :

Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Yakub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

Pada Surat Al-Anbiya Ayat 72

Allah Berfirman :

“Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshak dan Yakub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh.”

Pada Surat Al-Ankabut Ayat 27

Allah Berfirman :

“Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”

Pada Surat Ash-Shaffat Ayat 112 dan 113

Allah Berfirman :

“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.”

Pada Surat Sad Ayat 45

Allah Berfirman :

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.”


Penutup

Mungkin hanya sekian pembahasan mengenai kisah Nabi Ishaq yang dapat admin sampaikan. Semoga bermanfaat, jika teman-teman memiliki kritik atau saran silahkan ketik pada kolom yang ada di bawah.

 

 

 

 

Salam Sobat Berilmu 🙂

Rijal Seorang Blogger asal Pekanbaru yang sedang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur.

Sifat Terpuji Nabi Idris

Rijal
2 min read

Sifat Mustahil Rasul

Rijal
2 min read

Sifat Jaiz Nabi & Rasul

Rijal
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *